Indonesia, Antara Populisme Dan Oligarki

Associate Professor Department of Political Science Chicago University,  Dan Slater, yang meniliti politik di Asia Tenggara dan India, sebelumnya sudah memprediksi tiga parpol yang akan meraih suara terbanyak dalam Pileg 2014.

'PDIP, Golkar dan Gerindra,' prediksi Dan usai acara Diskusi Publik dengan tema 'Trajektori Politik Indonesia: Oligarki, Populisme atau Memajukan Demokrasi Indonesia'  bersama Populi Center, awal pekan ini.

Dan juga berpendapat politik Indonesia terbagi antara populisme dan oligarki.

-Populisme bisa berarti Kepercayaan bahwa mayoritas opini rakyat dikontrol atau dicek oleh minoritas elit' (Harry Lazer, 1967).

-atau 'Sosialisme yang muncul dalam negara agraris terbelakang yang sedang menghadapi masalah modernisasi' (Andrzej Walicki, 1968).

-pada dasarnya adalah ideologi rakyat kecil pedesaan yang terancam oleh serbuan kapitalisme industri dan finansial' (Peter Worsely, 1967).

-Populisme 'pada dasarnya adalah gerakan rakyat pedesaan yang berusaha mewujudkan nilai-nilai tradisional dalam masyarakat yang sedang berubah' (Peter calvret, 1967-LSE).

-Populisme adalah Kepercayaan bahwa mayoritas opini rakyat dikontrol atau dicek oleh minoritas elit (Harry Lazer, 1967).

-Populisme adalah Kredo atau gerakan yang didasarkan atas premis utama bahwa nilai moral yang paling baik itu terletak pada rakyat sederhana yang merupakan mayoritas besar, dan pada tradisi kolektif mereka (Peter wiles, 1967).

-Kehendak rakyat itu sendiri merupakan yang tertinggi diatas semua standar yang lain (Edward Shils, 1956).

- atau sebuah gerakan politik yang menikmati dukungan masa kaum buruh kota maupun kaum petani desa, tetapi tak berasal dari kekuatan

-organisasi yang otonom mereka sendiri, buruh maupun petani (Torcuato S. di Tella, 1965).

Sementara oligarki didefinisikan oleh Slatter adalah politik antara para elit politik, atau hubungan vertikal.

Menurut Slatter, demokrasi Indonesia lebih mirip dibandingkan dengan India, dibanding Thailand atau Filipina. 'India juga menganut oligarki, dan populis' jelasnya.

Slatter mewanti-wanti bahwa Indonesia punya potensi menjadi negara besar, asalkan bisa mengelola kebijakan politiknya dengan baik.

Pemilu 2014 diharapkan akan ada pembagian kekuasaan seimbang, sehingga hubungan parpol dan massa akan membaik.

Menurut Slatter, Gerindra akan dibawa Prabowo menjadi cenderung populis, sementara Golkar cenderung oligarki, sementara PDIP akan memajukan demokrasi.

Slatter juga berpendapat bahwa Indonesia bukanlah negara sekuler, seperti yang didengungkan beberapa pihak selama ini.

Dan mengaku sudah tidak asing lagi dengan kondisi politik di Indonesia. Sebab, ia sudah banyak menelurkan buku tentang peta politik Indonesia di Amerika, untuk menjadi referensi.

Dan memprediksi Gerindra tak bisa bicara banyak soal pencapresan.

'Gerindra mungkin naik untuk Pileg, tapi untuk Pilpres susah. Kecuali dia mau jadi oposisi pemerintah,' ujarnya.

Dan juga memprediksi Gerindra dan PDIP tak akan berkoalisi. Prediksinya didasarkan pada buruknya hubungan kedua partai setelah batalnya Perjanjian Batu Tulis dan aksi saling sindir.
'Jadi PDIP berkoalisi lagi dengan Gerindra kemungkinannya kecil,' prediksinya.

Comments

Popular Posts